July 13, 2008 at 12:32 am (Inspirasi, Renungan Hati)
Tags: hati, memberi
Bila tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda.
Atau, tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda.
Atau tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang,
memperhatikan apa pun pada diri anda. Jangan masukkan
ke dalam hati.
Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.
Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri.
Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam hati.
Karena hanya akan menyesakkan dan membebani langkah anda.
Ringankan hidup anda dengan memberi pada orang lain.
Semakin banyak anda memberi semakin mudah anda memikul
hidup ini. Berdirilah di depan jendela, pandanglah
keluar. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa anda
berikan pada dunia ini. Pasti ada alasan kuat mengapa
anda hadir di sini. Bukan untuk merengek atau meminta
dunia menyanjung anda.
Keberadaan anda bukan untuk kesia-siaan. Bahkan seekor
cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah. Dan,
sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung. Alangkah
hebatnya anda dengan segala kekuatan yang tak dimiliki
siapapun untuk mengubah dunia. Itu hanya terwujud bila
anda mau memberikannya.
Selamat memberi..
sumber: NN
Leave a Comment
July 12, 2008 at 10:28 pm (IslamWay, Renungan Hati)
Tags: cita-cita, islam, khasanah, mimpi, tujuan
“ Barangsiapa mati sedangkan ia belum pernah berjihad, dan ia tidak bercita-cita untuk berjihad, maka kematiannya pada salah satu cabang kemunafikan “ ( H.R. Muslim ).
Read the rest of this entry »
1 Comment
March 27, 2008 at 5:03 pm (Renungan Hati)
Tags: hidup, sisi
Hari kemarin. (PAST)
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah
terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja… Read the rest of this entry »
Leave a Comment
March 18, 2008 at 7:18 pm (Renungan Hati)
Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!
Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.
betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.
Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris. Read the rest of this entry »
Leave a Comment