<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Just an Ordinary Man..</title>
	<atom:link href="http://orgbiasa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://orgbiasa.wordpress.com</link>
	<description>mencoba tuk trus belajar..</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Jul 2008 16:32:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='orgbiasa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Just an Ordinary Man..</title>
		<link>http://orgbiasa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://orgbiasa.wordpress.com/osd.xml" title="Just an Ordinary Man.." />
	<atom:link rel='hub' href='http://orgbiasa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mulailah Memberi</title>
		<link>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/07/13/mulailah-memberi/</link>
		<comments>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/07/13/mulailah-memberi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 16:32:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhie, wayyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgbiasa.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Bila tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda. Atau, tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda. Atau tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang, memperhatikan apa pun pada diri anda. Jangan masukkan ke dalam hati. Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri. Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri. Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam hati. Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=28&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda.<br />
Atau, tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda.<br />
Atau tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang,<br />
memperhatikan apa pun pada diri anda. Jangan masukkan<br />
ke dalam hati.</p>
<p>Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.<br />
Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri.<br />
Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam hati.<br />
Karena hanya akan menyesakkan dan membebani langkah anda.</p>
<p>Ringankan hidup anda dengan memberi pada orang lain.<br />
Semakin banyak anda memberi semakin mudah anda memikul<br />
hidup ini. Berdirilah di depan jendela, pandanglah<br />
keluar. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa anda<br />
berikan pada dunia ini. Pasti ada alasan kuat mengapa<br />
anda hadir di sini. Bukan untuk merengek atau meminta<br />
dunia menyanjung anda.</p>
<p>Keberadaan anda bukan untuk kesia-siaan. Bahkan seekor<br />
cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah. Dan,<br />
sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung. Alangkah<br />
hebatnya anda dengan segala kekuatan yang tak dimiliki<br />
siapapun untuk mengubah dunia. Itu hanya terwujud bila<br />
anda mau memberikannya.</p>
<p>Selamat memberi..</p>
<p><em>sumber: NN</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orgbiasa.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orgbiasa.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgbiasa.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgbiasa.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgbiasa.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgbiasa.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orgbiasa.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orgbiasa.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orgbiasa.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orgbiasa.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgbiasa.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgbiasa.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgbiasa.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgbiasa.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgbiasa.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgbiasa.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=28&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/07/13/mulailah-memberi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebea8a5c5bbb88d2fecaeeeb7266db68?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yudhie, wayyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERCITA-CITALAH!</title>
		<link>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/07/12/bercita-citalah/</link>
		<comments>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/07/12/bercita-citalah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 14:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhie, wayyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[IslamWay]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khasanah]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgbiasa.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[“ Barangsiapa mati sedangkan ia belum pernah berjihad, dan ia tidak bercita-cita untuk berjihad, maka kematiannya pada salah satu cabang kemunafikan “ ( H.R. Muslim ). BERMIMPILAH! Suatu hari Umar bin Khattab melukakan dialog dengan beberapa orang di zamannya. Umar bin Khattab berkata : “Bercita-citalah!” Maka salah seorang di antara yang hadir berkata :” Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=30&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">“ Barangsiapa mati sedangkan ia belum pernah berjihad, dan ia tidak bercita-cita untuk berjihad, maka kematiannya pada salah satu cabang kemunafikan “ ( H.R. Muslim ).<br />
<span id="more-30"></span></p>
<p align="justify"><strong>BERMIMPILAH!</strong><br />
Suatu hari Umar bin Khattab melukakan dialog dengan beberapa orang di zamannya. Umar bin Khattab berkata : “Bercita-citalah!” Maka salah seorang di antara yang hadir berkata :” Saya berangan-angan kalau saja saya mempunyai banyak uang ( dinar dan dirham ), lalu saya belanjakan untuk memerdekakan budak dalam rangka meraih ridha Allah.”</p>
<p>Seorang lainnya menyahut : “Kalau saya, berangan-angan memiliki banyak harta, lalu saya belanjakan fi sabilillah.” Yang lainnya menyahut : “Kalau saya mengangankan kekuatan tubuh yang prima lalu saya abdikan diri saya untuk memberi air zam-zam kepada jama’ah haji satu persatu.”</p>
<p>Setelah Umar bin Khattab mendengarkan mereka, ia pun berkata : “Kalau saya, berangan-angan kalau saja di dalam rumah ini ada tokoh seperti Abu Ubaidan bin Jarrah, Umair bin Sa’ad dan semacamnya.”</p>
<p>Mungkin Anda bertanya mengapa harus bermimpi? Ternyata banyak orang-orang besar ataupun pemimpin besar yang berangkat dari seorang pemimpi. Jadilah pemimpi besar untuk menjadi pemimpin besar. Seorang tokoh pernah mengatakan, seorang pemimpin harus mempunyai banyak mimpi, jika tidak dia tidak layak menjadi pemimpin.</p>
<p>Kalau untuk bermimpi saja tidak berani, maka bagaimana ia berani memimpin? Karena menjadi pemimpin berarti menjadi orang yang cerdas. Yakni berpikir mendahului masanya, meski kadang orang lain belum bisa memahaminya. Ia juga obsesif. Memiliki pikiran dan gagasan besar di luar apa yang dipikirkan orang lain.<br />
Maka, jangan takut bermimpi!</p>
<p><strong> FILOSOFI CITA – CITA…<br />
</strong> Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa “Keluhuran cita-cita adalah bagian dari keimanan”. Karena orang yang punya cita-cita mulia, obsesi yang tinggi, tujuan luhur, tentunya dia tidak akan menjerumuskan diri dalam kehinaan, dari kemaksiatan, dan kemistaan. Karena itulah bermimpilah dan bercita-citalah setingi bintang. Cita-cita besar adalah tanda kehidupan jiwa, indikasi sukses orang-orang besar. Pintu kebahagiaan siapa saja disebabkan oleh jiwanya selalu terbuka, berpikir dan berjiwa besar.</p>
<p>“Kalau anda percaya bisa berhasil, anda akan betul-betul berhasil.” Demikian kata D.J.Schwartz dalam bukunya The Magic of Thinking Big. “Setiap manusia yang menghasratkan sukses atau menginginkan yang sebaik-baiknya dari kehidupan sekarang ini. Tak ada manusia bisa mendapat kesuksesan dari hidup yang merangkak-rangkak, kehidupan yang setengah-setengah. Tak ada yang ingin merasa dia itu termasuk kelas dua atau terpaksa hidup sebagai “kelas dua” ( D.J.Schwartz, 1978 )</p>
<p>Cita-cita besar itu ibarat dinamo. Cita-cita besar itu ibarat dinamo yang menggerakkan arus positif dan arus negatif yang mengontrol tubuh Anda. Cita-cita besar itu ibarat bahan bakar. Memacu kendaraan untuk maju, melesatkan kereta dengan cepat.</p>
<p>Cita-cita besar itu adalah pintu. Pintu kebahagiaan, pintu kesuksesan, pintu kesempurnaan. “Dan katakanlah:”Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah ( pula ) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi engkau kekuasaan yang menolong.” ( Al-Isra’:80 )</p>
<p>Cita-cita besar itu merupakan obat. Obat penghilang kelemahan, penghilang kemalasan, penghilang kesedihan, penghilang kehinaan.</p>
<p>Cita-cita ciri kemuliaan. Orang mulia adalah orang yang memiliki cita-cita. Karena cita-cita akan membangun pendirian yang kokoh, tidak gentar menghadapi masalah, tidak jera menghadapi kegagalan. Sedangkan orang yang tidak memiliki cita-cita akan menjadi pengecut, penakut dan pecundang. Diantara manifestasi cita nan mulia adalah membangun keluhuran jiwa dan menjauhkan diri dari posisi tertuduh.</p>
<p>Begitu banyak dan begitu penting untuk menjadi besar dengan cita-cita besar. Tapi jangan sekali-kali merasa besar. Karena merasa besar akan menumbuhkan penyakit jiwa, menyebabkan sengsara dan pembawa derita. Sedang menjadi besar membawa bahagia.</p>
<p><strong> JANGAN TAKUT PUNYA CITA-CITA</strong><br />
Kadang kita takut punya cita-cita, karena takut untuk mencapainya. Padahal cita-cita merupakan energi  yang akan menggerakkan jiwa, menggerakkan pikiran untuk kreatif, menggerakkan badan untuk aktif, menggerakkan seluruh tubuh mencapai tujuan. Cita-cita adalah ruh yang menjadikan seseorang tetap bertahan. Seperti Imam Ahmad yang tegar di tengah cambukan tanpa menggeserkan sedikitpun keimanan dan keyakinan yang tertanam. Cita-cita pula yang menghadirkan cinta dan kasih sayang ibu terhadap anaknya, melumurinya dengan doa, menghiasinya dengan tarbiyah. Seperti pengorbanan Ibunda Imam Syafi’I yang mengorbankan seluruh hartanya dan menginfakkan waktunya untuk melahirkan ulama besar, referensi peradaban Islam.</p>
<p><strong>BERCITA-CITA ITU SEPARUH KESUKSESAN</strong><br />
Kesuksesan tidak semata-mata diukur pada hasil tapi juga pada proses. Proses merencanakan dengan tujuan yang benar dan mulia. Proses mengorganisasikan dengan rapi dan sistematis. Proses melaksanakan dengan ikhlas, tekun, teliti dan professional. Dan proses evaluasi dengan jujur dan semangat perbaikan tak kenal henti. Dan cita-cita adalah separuh dari kesuksesan. Karena orang yang bercita mulia tak modah goyah untuk menggadaikan di tengah jalan, menukar dengan yang hina dan rendah.</p>
<p>Memiliki cita-cita berarti memiliki tujuan hidup yang jelas. Memiliki kejelasan tujuan adalah separuh dari kesuksesan. Adapun yang separuh itu adalah bagaimana kita menempuhnya. Oleh karena itu, persiapkan cita-citamu sejak sekarang. Karena orang yang cerdas, yang punya cita-cita jelas adalah orang yang selalu mengoreksi dirinya dan beramal untuk bekal sesudah mati. Sedangkan orang yang bodoh adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan hanya berangan-angan kosong.</p>
<p><strong> CITA-CITA DUNIA</strong><br />
Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Ibrahim Al Harbi, yang berguru pada Imam Ahmad mengatakan,”Aku telah menyertai Imam Ahmad bin Hambal selama dua puluh tahun. Saat  musim dingin atau musim panas, siang atau malam, tak pernah aku dapati kecuali ia lebih baik dari sebelumnya.” ( Manaqib Ibnu Hambal, Ibnul Jauzy )</p>
<p>Salah bentuk ungkapan cita-cita adalah doa. Kita kaum Muslimin punya sebuah doa yang sangat populer, yakni Rabbana aatina fiddun-ya hasanah wa fil akhirati hasanah waqinaa &#8216;adzaban naar. Ya Allah! Berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan berikan pula kebaikan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.” ( Al-baqarah:201 )</p>
<p>Doa itu adalah wajah cita-cita kita. Namun sudahkah kita menghayati cita-cita kita itu? Lalu tahukah kita apa sebenarnya yang kita citakan? Seperti doa di atas. Kalau kebahagiaan akhirat rata-rata sudah jelas yakni surga dan segala kenikmatannya. Tapi apa makna kebahagian dunia?</p>
<p><strong>CITA-CITA AKHIRAT</strong><br />
Bila Anda telah memiliki cita-cita dunia. Maka mari selanjutnya kita meraih cita-cita akhirat. Bagaimana tidak, sedangkan kita semua pasti akan mati. Dan yang terpenting adalah bagaimana kita mati dan mempersiapkan diri menghadapi kematian. Sebab, rasa mati itu sama, tapi sebabnya beragam, nilainya berbeda. Ada yang syahid karena taat, ada yang “sangit” karena gosong dalam bermaksiat. Ada yang mulia karena taqwa dan banyak yang hina karena angkara.</p>
<p>Cita-cita akhirat inilah puncak kita untuk beristirahat. Seperti kata Imam Ahmad saat ditanya kapan seorang mukmin beristirahat? “ saat ia menginjakkan kakinya di surga” Jawab beliau.</p>
<p>Lalu apa cita-cita akhirat yang bisa kita rintis? Berikut beberapa contoh obsesi yang mestinya kita miliki :<br />
1.Proses meninggal tanpa sakratul maut yang membebani diri dan orang lain.<br />
2.Tidak meinggal duni pada saat kejadian hari kiamat yang dahsyat.<br />
3.Meninggal dunia saat berjihad di jalan Allah di medan pertempuran seperti yang dicita-citakan Khalid bin Walid.<br />
4.Meninggal dunia saat melakukan amal-amal sholeh dan amal unggulan yang dirintisnya.<br />
5.Meningal dunia tanpa memiliki hutang-hutang sehingga tidak memberatkan perhitungan di yaumil hisab.<br />
6.Mendapatkan rahmat Allah di alam kubur seperti orang-orang yang gemar menghafal al-Qur&#8217;an, memberikan penerangan jalan dan banyak memakmurkan masjid Allah.<br />
7.Mendapatkan syafa&#8217;at di padang mahsyar. Renungkan tentang tujuh golongan yang dinaungi Allah di hari kiamat, apakah kita masuk salah satunya.<br />
8.Dimudahkan saat pengadilan akhir nanti.<br />
9.Dimudahkan saat melewati shiratal mustaqim.<br />
10.Ada keringanan siksa neraka.<br />
11.Tidak terlalu lama berada di neraka.<br />
12.Mendapatkan ampunan yang banyak atas berbagai dosa dan kesalahan.<br />
13.Dapat berkumpul dengan keluarga di surga.<br />
14.Bertemu lebih dekat dengan orang-orang sholeh.<br />
15.Bertemu dengan Rasulullah dan orang-orang yang kita kagumi, yang belum sempat bertemu.<br />
16.Melihat Wajah Allah di surga.</p>
<p><strong>FOKUSKAN DIRI UNTUK MERAIH CITA</strong><br />
Kita mesti memiliki prioritas dan fokus dalam hidup kita. Fokuskan pada kekuatan, pada apa yang kita miliki untuk mampu mendahsyatkan potensi meraih prestasi. Seperti kaca pembesar yang mengumpulkan sinar pada satu titik untuk dapat membakar.</p>
<p>Mengapa fokus penting? Karena setiap kita memiliki kekhasan masing-masing. Contohnya Hasan bin Tsabit ia tak pandai melantunkan adzan, karena ia bukan Bilal. Khalid bin Walid tidak pintar membagi warisan karena ia memang bukan Zaid bin Tsabit yang pakar di bidang faraidh. Imam Sibawaih yang pakar Nahwu merasa gundah saat belajar ilmu hadits karena ia bukan Imam Bukhari yang siap berhari-hari menempuh perjalanan panjang demi mendapat hadits untuk diseleksi.</p>
<p>Kita mesti menyadari bahwa setiap kita memiliki keterbatasan-keterbatasan. Namun, di balik keterbatasan itulah tersimpan kelebihan. Bila kita berpikir positif, sesungguhnya dengan keterbatasan itulah seseorang bisa “bersyukur” untuk meledakkanya menjadi keluarbiasaan.</p>
<p>Kuncinya adalah selalu bersyukur sehingga selalu fokus pada apa yang dimiliki. Menikmati apa yang ada, bukan meratapi apa yang tiada atau hilang dari genggaman tangan kita. Kita tak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, namun sesungguhnya kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karenanya fokuskan pada apa yang ada, jangan risau pada yang tiada. Bersyukurlah. (Al Bashirah Edisi 05 Tahun II  Rubrik  Tanmiyah)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orgbiasa.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orgbiasa.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orgbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orgbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orgbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orgbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=30&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/07/12/bercita-citalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebea8a5c5bbb88d2fecaeeeb7266db68?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yudhie, wayyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Jangan Setelah Makan</title>
		<link>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/05/04/9-jangan-setelah-makan/</link>
		<comments>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/05/04/9-jangan-setelah-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 11:50:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhie, wayyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apasaja]]></category>
		<category><![CDATA[jangan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgbiasa.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[MINUM setelah makan, itu bagus. Tapi sembilan hal berikut ini, sebaiknya tidak Anda lakukan setelah makan. 1. Merokok Merokok saja sudah merusak tubuh, apalagi jika dilakukan setelah makan. Berdasarkan penelitian, mengisap satu batang rokok setelah makan, sama saja dengan merokok sepuluh batang, sehingga kemungkinan terserang kanker jauh lebih besar. 2. Makan Buah Makan buah segera [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=29&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MINUM setelah makan, itu bagus. Tapi sembilan hal berikut ini, sebaiknya tidak Anda lakukan setelah makan.<br />
1. Merokok<br />
Merokok saja sudah merusak tubuh, apalagi jika dilakukan setelah makan. Berdasarkan penelitian, mengisap satu batang rokok setelah makan, sama saja dengan merokok sepuluh batang, sehingga kemungkinan terserang kanker jauh lebih besar.</p>
<p>2. Makan Buah<br />
Makan buah segera setelah makan sebaiknya dihindari, karena membuat perut dipenuhi udara alias kembung. Sebaiknya, konsumsilah buah 1-2 jam setelah makan atau satu jam sebelum makan. Ini akan membuat perut Anda kenyang dan makan tidak terlalu banyak.<span id="more-29"></span></p>
<p>3. Minum Teh<br />
Daun teh memiliki kandungan asam yang tinggi. Hal ini menyebabkan kandungan protein dalam makanan sulit dicerna. Selain itu, minum teh setelah makan dapat menyebabkan hambatan penyerapan zat dalam tubuh hingga 80 persen. Padahal, zat besi sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan kualitas tubuh manusia.</p>
<p>4. Mengendurkan Ikat Pinggang<br />
Mengendurkan ikat pinggang dapat menyebabkan usus terbelit dan terblokir.</p>
<p>5. Mandi<br />
Mandi yang dilakukan setelah makan akan menaikkan aliran darah ke tangan, kaki dan badan yang menyebabkan jumlah darah sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan sistem pencernaan di dalam perut.</p>
<p>6. Berjalan-jalan<br />
Berjalan akan menyebabkan sistem pencernaan tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan yang telah Anda makan.</p>
<p>7. Langsung Tidur<br />
Jangan ikuti kantuk Anda. Tidur setelah makan membuat makanan tidak dapat dicerna secara baik. Akibatnya, usus mengalami kembung dan terjadi peradangan.</p>
<p>8. Minum Air Es<br />
Air dingin akan membekukan makanan berminyak, terutama berlemak, yang Anda santap. Lemak itu akan terbentuk dalam usus dan akan mengakibatkan menyempitnya saluran-saluran pencernaan sehingga menimbulkan kegemukan. Gantilah dengan minum air hangat.</p>
<p>9. Pergi<br />
Kebiasaan ini tidak berdampak pada kesehatan Anda, sih. Tapi kok kurang sopan, ya. Namanya Sudah Makan Pulang (SMP).(*)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orgbiasa.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orgbiasa.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgbiasa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgbiasa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgbiasa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgbiasa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orgbiasa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orgbiasa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orgbiasa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orgbiasa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgbiasa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgbiasa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgbiasa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgbiasa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgbiasa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgbiasa.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=29&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/05/04/9-jangan-setelah-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebea8a5c5bbb88d2fecaeeeb7266db68?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yudhie, wayyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 Sisi Kehidupan</title>
		<link>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/27/3-sisi-kehidupan/</link>
		<comments>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/27/3-sisi-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 17:03:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhie, wayyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[sisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgbiasa.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Hari kemarin. (PAST) Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja&#8230; Hari esok. (FUTURE) Hingga mentari esok hari terbit, Anda tak tahu apa yang akan terjadi. Anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=26&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><b>Hari kemarin</b>. (PAST)</h3>
<p>Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.<br />
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah<br />
terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;<br />
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.<br />
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja&#8230;<span id="more-26"></span></p>
<h3><b> Hari esok. (FUTURE)</b></h3>
<p>Hingga mentari esok hari terbit,<br />
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.<br />
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.<br />
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.<br />
Esok hari belum tiba; biarkan saja&#8230;</p>
<p><i> tapi&#8230;&#8230;</i></p>
<h3><b> Hari ini. (PRESENT)</b></h3>
<p>Pintu masa lalu telah tertutup;<br />
Pintu masa depan pun belum tiba.<br />
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.<br />
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini<br />
bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan<br />
melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah<br />
hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah<br />
permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya.<br />
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang<br />
abadi. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan<br />
hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk<br />
pada anda.</p>
<p>Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena<br />
mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa<br />
anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan<br />
karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri<br />
anda sendiri Jadi, jangan biarkan masa lalu<br />
mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung,<br />
lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG<br />
juga!!!!!!</p>
<h5><i> The day will come when you will review your life</i></h5>
<h5><i> and be thankful for every minute of it. Every hurt, </i></h5>
<h5><i> every sorrow, every joy, every celebration, every </i></h5>
<h5><i> moment of your life will be a treasure. This is </i></h5>
<h5><i> why today is called a PRESENT</i></h5>
<p><i>sumber: NN</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orgbiasa.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orgbiasa.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orgbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orgbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orgbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orgbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=26&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/27/3-sisi-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebea8a5c5bbb88d2fecaeeeb7266db68?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yudhie, wayyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Survei: 90 Persen Orang Jepang Kehilangan Tatakrama</title>
		<link>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/21/survei-90-persen-orang-jepang-kehilangan-tatakrama/</link>
		<comments>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/21/survei-90-persen-orang-jepang-kehilangan-tatakrama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 20:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhie, wayyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apasaja]]></category>
		<category><![CDATA[What's Up]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[tatakrama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgbiasa.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Tokyo &#8211; Berbicara tentang orang jepang, apa yg anda ingat dari mereka?? Harajuku Style.? Fasyen..? atau film Animasinya..? Pernahkah anda mendengar tentang tingkah laku atau kesopanan meraka?? ya&#8230;orang Jepang terkenal dengan kesopanannya. Namun dari hasil sebuah survei, kebanyakan orang di Negeri Matahari Terbit itu meyakini tingkah laku buruk masyarakat Jepang tengah meningkat. Hal itu diperlihatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=18&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><B>Tokyo</B> &#8211; Berbicara tentang orang jepang, apa yg anda ingat dari mereka?? Harajuku Style.? Fasyen..? atau film Animasinya..? Pernahkah anda mendengar tentang tingkah laku atau kesopanan meraka?? ya&#8230;orang Jepang terkenal dengan kesopanannya. Namun dari hasil sebuah survei, kebanyakan orang di Negeri Matahari Terbit itu meyakini tingkah laku buruk masyarakat Jepang tengah meningkat.</p>
<p>Hal itu diperlihatkan hasil polling kepada 3.000 responden yang dipublikasikan Asahi Shimbun pada Jumat (21/3/2008), seperti dikutip dari AFP.</p>
<p>Kereta yang penuh penumpang disebut kebanyakan responden sebagai tempat di mana tatakrama tidak diperhatikan masyarakat Jepang. Sebab di tengah penumpang yang berdesakkan ada orang-orang yang membicarakan masalah tabu menggunakan telepon genggamnya.<span id="more-18"></span> <span></span></p>
<p>9 Dari 10 orang responden mengatakan, tatakarama masyarakat Jepang memburuk belakangan ini. Hanya 28 persen yang meyakini orang-orang Jepang masih memiliki tatakrama.</p>
<p>Sesuatu yang paling mengesalkan hati para responden adalah soal membuang sampah. 72 Persen orang merasa jengkel dengan beberapa orang yang tidak membuang sampah dengan benar.</p>
<p>Tindakan lain yang membuat kesal adalah makan di dalam kereta dan bus, merias wajah di depan publik, serta merokok di jalanan. Survei itu juga menunjukkan, hanya 29 persen orang Jepang yang secara umum percaya pada badan hukum.</p>
<p>Para responden secara umum merasa dibuat gelisah oleh perusahaan makanan. Hal itu terkait dengan adanya skandal kesalahan label, dan juga ketakutan akan makanan impor dari China yang disinyalir mengandung pestisida.</p>
<p>Bagaimana dengan Indonesia?<br />
<I>dikutip dari situs Detikcom</I></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orgbiasa.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orgbiasa.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgbiasa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgbiasa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgbiasa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgbiasa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orgbiasa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orgbiasa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orgbiasa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orgbiasa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgbiasa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgbiasa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgbiasa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgbiasa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgbiasa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgbiasa.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=18&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/21/survei-90-persen-orang-jepang-kehilangan-tatakrama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebea8a5c5bbb88d2fecaeeeb7266db68?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yudhie, wayyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Betapa berartinya&#8230;</title>
		<link>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/betapa-berartinya/</link>
		<comments>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/betapa-berartinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 19:18:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhie, wayyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgbiasa.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan! Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film. betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=5&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.<br />
betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.<span id="more-5"></span> <span></span></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saatterakhir untuk event yangmenyenangkan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur’an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orgbiasa.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orgbiasa.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgbiasa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgbiasa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgbiasa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgbiasa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orgbiasa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orgbiasa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orgbiasa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orgbiasa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgbiasa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgbiasa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgbiasa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgbiasa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgbiasa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgbiasa.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=5&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/betapa-berartinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebea8a5c5bbb88d2fecaeeeb7266db68?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yudhie, wayyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Bertetangga</title>
		<link>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/indahnya-bertetangga/</link>
		<comments>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/indahnya-bertetangga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 19:18:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhie, wayyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[IslamWay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgbiasa.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Begitu besar hak-hak bagi para tetangga kita, sehingga datanglah sunnahNabi shallallahu alaihi wa sallam yang suci menjelaskan kepada kita akan hak-hak tersebut dengan penjelasan yang sempurna dan rinci. BATASAN TETANGGA Ada beberapa pendapat yang memberi batasan terhadap tetangga, diantaranya: Al Auza&#8217;i dan Ibnu Syihab-rahimahumallah-berkata, &#8220;Empat puluh rumah dari masing-masing arah.&#8221; Sementara ulama yang lain berkata, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=9&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Begitu besar hak-hak bagi para tetangga kita, sehingga datanglah sunnahNabi shallallahu alaihi wa sallam yang suci menjelaskan kepada kita akan hak-hak tersebut dengan</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">penjelasan yang sempurna dan rinci. BATASAN TETANGGA</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Ada beberapa pendapat yang memberi batasan terhadap tetangga, diantaranya:</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><span id="more-9"></span>Al Auza&#8217;i dan Ibnu Syihab-rahimahumallah-berkata, &#8220;<i>Empat puluh rumah dari masing-masing arah</i>.&#8221;</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sementara ulama yang lain berkata, &#8220;Siapa saja yang menempati suatu tempat atau kota, maka dialah tetangga, sebagaimana disebutkan dalam Qur&#8217;an Surah Al Ahzab: 60.&#8221;</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Pengertian tetangga mencakup tetangga yang Muslim dan kafir, ahli ibadah dan orang fasik (pelaku kemaksiatan),</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">teman dan musuh, satu bangsa dan lain bangsa, yang dapat memberi manfaat dan sebaliknya, yang rumahnya dekat dan yang agak jauh. Dan masing-masing punya derajat, yang satu lebih tinggi dari yang lainnya, yang paling tinggi</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">derajatnya adalah tetangga dekat sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nisa&#8217;: 36. Para ulama menafsirkan tetangga dekat yaitu tetangga Muslim dan yang masih ada pertalian persaudaraan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">HAK-HAK TETANGGA DAN KEUTAMAANNYA</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>1.      </b><b>Haramnya Menyakiti Tetangga</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;<i>Demi Allah dia tidak beriman.&#8221; (3x)  Ditanyakan kepada Rasulullah, &#8220;Siapa dia wahai Rasulullah?&#8221; Beliau bersabda, &#8220;Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya</i>.&#8221;</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dan di dalam riwayat lain disebutkan,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;<i>Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.</i>&#8221; (HR. Ahmad, al Hakim dan Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih dari Anas Radhiyallahu anhu).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>2.      </b><b>Wasiat untuk Berbuat Baik kepada para Tetangga</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>Dari &#8216;Aisyah-radhiyallahu &#8216;anha-beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,&#8221;Jibril senantiasa berwasiat kepadaku tentang tetangga, sehingga aku menyangka bahwa dia-tetangga-akan menjadi ahli warisku.&#8221;</i> (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>3.      </b><b> Laknat Allah Azza wa Jalla Bagi Orang yang Menyakiti Tetangganya</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;<i>Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dia mengadu tentang tetangganya, kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda-tiga kali, &#8220;Sabar.&#8221; Kemudian berkata kepadanya untuk yang keempat-atau ketiga, &#8220;Lemparkan barang-barangmu di jalan&#8221;, maka dia pun melaksanakannya. Abu Hurairah berkata, &#8220;Maka mulailah orang-orang berkerumun di sekelilingnya dan mereka berkata, &#8220;Ada apa denganmu?&#8221; Kemudian dia berkata, &#8220;Dia disakiti oleh tetangganya&#8221;, maka mereka pun berkata, &#8220;Semoga Allah melaknatnya.&#8221; Kemudian datanglah tetangganya dan berkata, &#8220;Kembalikan barang-barangmu, demi Allah aku tidak akan menyakitimu lagi untuk selamanya.&#8221;</i> (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>4.      </b><b>Perintah Memperhatikan Tetangga</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu, beliau berkata, &#8220;<i>Sesungguhnya kekasihku (Nabi shallallahu alaihi wa sallam) berwasiat kepadaku, &#8220;Apabila kamu memasak daging maka banyakkan kuahnya, kemudian tengoklah keluarga tetanggamu lalu berilah mereka darinya dengan cara yang baik.</i>&#8221; (HR. Muslim)<br />
<b>5.      </b><b>Toleransi dengan Tetangga</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;<i>Janganlah seseorang dari kalian melarang tetangganya untuk menyandarkan sebatang kayu pada temboknya</i>.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>6.      </b><b>Tidak Menyakiti Tetangga Bagian dari Iman </b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;<i>Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya</i>.&#8221; (HR. Bukhari dan</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Muslim).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>7.      </b><b>Sebaik-baik Tetangga</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abdullah bin &#8216;Amr Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;     &amp;lt;![endif]--><img src="/DOCUME%7E1/Yudhie/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" height="3" width="760" /> &#8220;<i>Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada tetangganya</i>.&#8221; (HR. Tirmidzi, Ahmad dan Hakim dengan sanad yang shahih).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>8.      </b><b>Larangan Menyakiti Tetangga walaupun Hanya Sedikit</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari &#8216;Abdah ibn Abi Lubabah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;<i>Tidak ada kata sedikit dari perbuatan menyakiti tetangga</i>.&#8221; (HR. Ibnu Abi Syaibah ,Ath-Thabrani dan Abu Nu&#8217;aim).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>9.      </b><b>Memiliki Tetangga yang Shaleh adalah suatu Keberuntungan</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Sa&#8217;ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;<i>Empat perkara yang membahagiakan: 1. Isteri yang shalehah, 2. Tempat tinggal yang lapang, 3. Tetangga yang shaleh dan 4. Kendaraan yang baik. Dan empat perkara yang menyengsarakan: 1. Tetangga yang buruk, 2.Isteri yang buruk, 3. Rumah-tempat tinggal-yang sempit, 4. Kendaraan yang buruk</i>.&#8221; (HR. Ibnu Hibban dan Al Khatib Al Baghdadi dengan sanad yang shahih).<br />
<b>10.   </b><b>Berbuat Baik kepada Tetangga Diantara Ciri Seorang Muslim</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;<i>Dan berbuat baiklah kepada tetanggamu, maka kamu akan menjadi seorang Muslim</i>.&#8221; (HR. Ibnu Majah, Abu Ya&#8217;la dan Abu Nu&#8217;aim.).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>11.   </b><b>Dosa Berlipat ganda bagi Orang yang Berzina dengan Isteri Tetangganya dan Mencuri Milik Tetangga</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abu Dzabyah Al-Kala&#8217;i, dia berkata, &#8220;<i>Aku mendengar Al Miqdad ibn Al Aswad berbicara, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepada sahabat tentang zina, mereka menjawab, &#8220;Haram, telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, kemudian beliau bersabda, &#8220;Seseorang yang berzina dengan sepuluh wanita masih lebih ringan daripada seseorang yang berzina dengan isteri tetangganya.&#8221; Berkata-Abu Miqdad, &#8220;Dan bertanya kepada mereka</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>tentang pencurian, mereka menjawab, &#8220;Haram, telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Kemudian beliau bersabda, &#8220;Seseorang yang mencuri dari sepuluh rumah masih lebih ringan daripada mencuri dari rumah tetangganya</i>.&#8221;</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">(HR. Ahmad dan Bukhari dalam Adabul Mufrad).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>12.   </b><b>Jangan Membiarkan Tetangga Kelaparan</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abdullah bin Musawir berkata, &#8220;<i>Aku mendengar Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu berkata, &#8220;Aku mendengar</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Bukanlah orang yang beriman, orang yang dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya berada di sisinya dalam keadaan kelaparan.</i>&#8221; (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Di dalam hadits ini ada petunjuk yang begitu gamblang bahwasanya diharamkan bagi seorang yang memiliki kelebihan dan kekayaan lalu membiarkan tetangganya dalam keadaan kelaparan. Dan wajib baginya untuk memberikan sesuatu yang dapat menghilangkan rasa lapar mereka. Begitu pula wajib memberikan pakaian kepada tetangga apabila mereka tidak memiliki pakaian, dan kebutuhan mendesak lainnya yang tetangga tidak memilikinya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>13.   </b><b>Tidak Beriman Secara Sempurna Orang yang Tidak Mencintai Tetangganya</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda, &#8220;<i>Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah beriman seorang hamba sehingga mencintai tetangganya atau saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri</i>.&#8221; (HR. Muslim).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>14.   </b><b>Wasiat bagi para Wanita agar Tidak Meremehkan Hadiah bagi para Tetangganya </b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu beliau berkata,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;<i>Adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Wahai kaum wanita Muslimat! Janganlah seseorang meremehkan memberi hadiah bagi tetangganya walaupun hanya berupa kuku kambing</i>.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>15.   </b><b>Makin Dekat Jarak Rumah Tetangga Kita maka haknya makin Besar pula</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Aisyah-radhiyallahu &#8216;anha-beliau berkata, &#8220;<i>Aku berkata, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku punya dua tetangga, maka mana yang harus aku lebih dahulukan?&#8221; (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) bersabda, &#8220;Yang lebih dekat pintunya</i>.&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>16.   </b><b>Berlindung kepada Allah dari Tetangga yang Buruk</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;<i>Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jelek di tempat tinggalku, karena sesungguhnya tetangga Baduwi senantiasa berpindah-pindah.</i>&#8221; (Dikeluarkan oleh Al Ghazzi dalam At-Tuhfah An-Nadiyah Syarh Al<!--[if gte vml 1]&amp;gt;     &amp;lt;![endif]--><img src="/DOCUME%7E1/Yudhie/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" height="3" width="760" />-Lamiyah Al-Wardiyah, hadits shahih).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>17.   </b><b>Cekcok / Permusuhan antar Tetangga</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari &#8216;Uqbah bin &#8216;Amr Radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda,</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;<i>Permusuhan pertama kali yang diadili pada hari kiamat adalah perselisihan antara dua tetangga</i>.&#8221; (HR. Ath-Thabrani dan Ahmad dengan sanad yang shahih).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>18.   </b><b>Menyakiti Tetangga Penyebab Masuknya ke dalam Neraka</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, &#8220;<i>Seseorang berkata, &#8220;Ya, Rasulullah! Sesungguhnya Fulanah memperbanyak shalatnya, sedekahnya dan puasanya, akan tetapi dia menyakiti tetangganya dengan lidahnya.&#8221; Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Dia di dalam Neraka.&#8221; Orang itu berkata lagi, &#8220;Wahai Rasulullah! Sesungguhnya Fulanah digunjingkan karena sedikit puasanya dan shalatnya, dan dia bersedekah dengan Al-Atswar (jenis makanan dari keju), namun tidak menyakiti tetangganya.&#8221; Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda,  &#8220;Dia di dalam Surga.</i>&#8221; (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban dan Hakim dengan sanad yang shahih).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>19.   </b><b>Anjuran Bersabar atas Perkataan Tetangga yang Buruk</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, &#8220;<i>Tiga golongan yang Allah mencintai mereka&#8230;(diantaranya) seseorang yang memiliki tetangga, dia disakiti oleh tetangganya kemudian dia bersabar atas gangguan tersebut sampai keduanya dipisahkan oleh kematian atau pindah tempat</i>.&#8221; (HR. Ahmad).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b>20.   </b><b>Persaksian para Tetangga</b></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dari Ibnu Mas&#8217;ud Radhiyallahu anhu berkata, &#8220;<i>Ada</i><i> seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, &#8220;Bagaimana caranya aku bisa mengetahui, apakah aku ini baik atau buruk? Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Apabila kamu mendengar tetanggamu berkata, &#8220;Kamu telah berbuat baik&#8221;, berarti kamu baik. Dan Apabila kamu mendengar mereka berkata, &#8220;Kamu telah berbuat buruk&#8221;, berarti kamu buruk</i>.&#8221; (HR. Ahmad dan Baghawi dengan sanad yang shahih).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Semoga dalil-dalil ini menjadi penerang bagi kita bagaimana sikap yang sepantasnya kita miliki dalam hal bertetangga sehingga kita dapat merasakan indah bertetangga.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Wallahul Muwaffiq</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">(Al Fikrah)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orgbiasa.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orgbiasa.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgbiasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgbiasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgbiasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgbiasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orgbiasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orgbiasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orgbiasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orgbiasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgbiasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgbiasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgbiasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgbiasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgbiasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgbiasa.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=9&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/indahnya-bertetangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebea8a5c5bbb88d2fecaeeeb7266db68?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yudhie, wayyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Sini Kita Mulai</title>
		<link>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/dari-sini-kita-mulai/</link>
		<comments>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/dari-sini-kita-mulai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 19:18:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhie, wayyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[IslamWay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgbiasa.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Di antara kesyukuran kita kepada Allah-azza wajalla- adalah, banyaknya gerakan Islam yang lahir dan tumbuh dengan cita-cita ingin mengembalikan izzul islam walmuslimin. Hanya saja, jarang yang betul-betul memulai usaha perbaikan ummat dari titik star yang tepat. Yang pasti, kesalahan dalam memulai sebuah usaha yang mulia ini akan berakibat fatal dalam perjalanan.Kalau kita mencermati sejarah (perjalanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=4&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Di antara kesyukuran kita kepada Allah-azza wajalla- adalah, banyaknya</p>
<p align="justify"> gerakan Islam yang lahir dan tumbuh dengan cita-cita ingin</p>
<p align="justify"> mengembalikan izzul islam walmuslimin. Hanya saja, jarang yang</p>
<p align="justify"> betul-betul memulai usaha perbaikan ummat dari titik star yang tepat.</p>
<p align="justify"> Yang pasti, kesalahan dalam memulai sebuah usaha yang mulia ini akan</p>
<p align="justify"> berakibat fatal dalam perjalanan.Kalau kita mencermati sejarah (perjalanan hidup) Rasulullah, sejak awal bi’tsah sampai beliau wafat, maka kita melihat beliau, shallallahu ‘alaihi wasallam, memulai dakwahnya dari aqidah. Beliau memperkenalkan kepada masyarakat saat itu kepada siapa seharusnya mereka beribadah, untuk apa mereka hidup, bagaimana mereka berinteraksi dengan alam di sekitarnya dan kemana mereka menuju setelah meninggalkan dunia yang fana ini. Itulah aqidah!<span id="more-4"></span></p>
<p align="justify"> Jika tujuan diibaratkan sebagai kiblat seorang muslim, yang menjadi orientasinya dalam beramal, maka aqidah ibarat</p>
<p align="justify"> motor penggeraknya. Aqidah inilah yang menjalankan dan mendorongnya maju ke arah tujuan dan menghalanginya</p>
<p align="justify"> jangan sampai berhenti, apalagi berpindah haluan. Jika aqidah ini hilang di hati atau pengarunya melemah, maka</p>
<p align="justify"> usahanya akan terhenti atau bahkan surut ke belakang. Aqidah bukan sekedar pengakuan yang terucapkan, bukan juga</p>
<p align="justify"> ilmu retorika yang digunakan untuk memperindah kata-kata.</p>
<p align="justify"> Al-Qur’an mengingatkan dan menegaskan hakekat ini. Bahkan kitab yang mulia ini berulang-ulang menyebut perintah</p>
<p align="justify"> beramal shalih yang dikaitkan dengan iman. Penyebutan ini terdapat di banyak tempat dan sulit dihitung. Seringnya hal</p>
<p align="justify"> ini disebutkan merupakn isyarat nyata bahwa akidah harus mendampingi amal shalih, dan amal shalih harus menyertai</p>
<p align="justify"> akidah</p>
<p align="justify"> Aqidah mempunyai dampak kongkrit yang harus dimunculkan secara jelas sebagai bukti kebenaran pengakuan iman.</p>
<p align="justify"> Jika tidak, itu hanya pengakuan tanpa indikasi yang membuktikan kebenaran atau kesungguhannya. Tidak sedikit ayat</p>
<p align="justify"> dalam al-Qur’an maupum sunnah Rasulullah yang menyebutkan bahwa iman tidak terpisahkan dari amal.</p>
<p align="justify"> Allah berfirman, ”Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa bagi</p>
<p align="justify"> mereka taman-taman surga yang dari bawah pepohonannya mengalir banyak anak sungai.” (Qs. Al-Baqarah: 25).</p>
<p align="justify"> Dalam salah satu haditsnya Rasulullah bersabda, “Iman itu memiliki  tujuh puluh atau enam puluh lebih cabang. Yang</p>
<p align="justify"> paling utama adalah ucapan laa ilaaha illallah  dan yang paling rendah adalah  menyingkirkan gangguan di jalan. Dan</p>
<p align="justify"> malu adalah sebagian dari iman.” (HR. Abu Dawud, an-Nasaa’i).</p>
<p align="justify"> Dengan demikian tidak setiap orang yang mengaku beriman dengan lidahnya itu benar pengakuannya. Iman</p>
<p align="justify"> sesungguhnya mempunyai beberapa indikasi. Jika indikasi itu ada pada seseorang maka benarlah imannya, jika tidak</p>
<p align="justify"> maka pengakuannya dusta. Bagi mereka yang ingin meyakinkan diri tentang  kebenaran hal ini  handaklah ia</p>
<p align="justify"> memperhatikan  dengan seksama  perbedaan  antara iman yang dibuktikan  dengan amal dan sekedar pengakuan semata</p>
<p align="justify"> tanpa bukti  yang membenarkannya maka, hendaklah ia melihat lembaran sejarah.</p>
<div align="justify"></div>
<p>Salah satu halaman sejarah masa lampau itu adalah generasi para shahabat. Generasi yang diselamatkan dengan<br />
akidah Islam, diselamatkan dari noda  syirik serta mencuci mereka dari berbagai roma kekafiran. Lalu akidah mereka<br />
menanamkan hakekat iman dan menyinarkan cahaya tauhid dalam hati mereka.<br />
Jadi akidah adalah satu-satunya faktor yang berpengaruh dalam pembinaan, pembentukan generasi tersebut. Sungguh<br />
generasi ini telah mempesona kita agar berhenti sejenak membuka berbagai potret dan gambaran yang menunjukkan<br />
dampak dan pengaruh akidah dalam tarbiyah mereka. Mari kita memilih lembaran-lembaran itu mana yang kita inginkan.<br />
Apakah kita ingin berbicara tentang shahabat Muhajirin atau Anshar? Yang tua, muda, remaja atau tentang pria dan<br />
wanita? Atau apakah kita  ingin potret mereka saat susah dan senang?<br />
Ketika membaca lembaran sejarah mereka yang gemilang maka kita akan melihat bahwa mereka adalah prajurit yang<br />
berkuda di siang hari dan jika malam datang mereka adalah abid yang khusyu’ berdiri di atas sajadahnya. Jika kita<br />
berbicara tentang pengorbanan nereka adalah para penderma sejati mulai dari harta sampai nyawa sekalipun mereka<br />
korbankan demi tegaknya kalimat Allah ta’ala.<br />
Maka dalam setiap potret itu, tanpa kecuali, akan tampak kebenaran iman. Darinya terpancar cahaya yang membuat<br />
setiap orang terpesona dan bertanya-tanya, “Apa yang membuat mereka seperti ini. Padahal mereka sebelumnya adalah<br />
ummat yang tidak diperhitungkan samasekali. Mereka tenggelam dalam kedunguan fanatisme suku, gemar perang,<br />
mengubur anak perempuan hidup-hidup, tapi dalam waktu yang singkat mereka menjadi ummat yang disegani dan<br />
diperhitungkan di dunia internasional?</p>
<div align="justify"></div>
<p>Maka itulah lembaran masa lalu kita dan bandingkan semua itu dengan realita ummat kita hari ini. Ummat kita, hari ini,<br />
tua dan mudanya tenggelam dalam kelalaian, persis seperti anak kecil yang disuruh menjaga rumah orang tuanya. Di<br />
saat pencuri datang dengan mudah ia ditipu dengan mainan. Padahal yang memberinya mainan adalah pencuri yang<br />
sebentar lagi akan menghabisi isi rumah.<br />
Dan inilah kita, yang sudah dewasa dan mulai sadar bahwa kita telah ditipu oleh para pencuri. Isi rumah kita telah dijarah<br />
dan tak satupun yang tersisa. Kita ingin mengembalikan apa yang pernah kita miliki berupa kejayaan dan kebesaran.<br />
Maka inilah jalan kembali kita. Hendaklah kita bergegas dan memulai perbaikan ini seperti yang pernah lakukan oleh<br />
salafus shaleh. Kita wajib kembali kepada pemahaman mereka tentang Islam lalu memegang teguhnya. Pengorbanan,<br />
tekad, jihad, dan pengalaman generasi awal adalah modal utama dalam merintis proyek besar ini. Proyek tegaknya<br />
kalimat Laa ilaaha illallah dan kembalinya izzul islam walmuslimin. Wallahu Ta’ala a’lam (Al Balagh)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orgbiasa.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orgbiasa.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgbiasa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgbiasa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgbiasa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgbiasa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orgbiasa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orgbiasa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orgbiasa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orgbiasa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgbiasa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgbiasa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgbiasa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgbiasa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgbiasa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgbiasa.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=4&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/dari-sini-kita-mulai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebea8a5c5bbb88d2fecaeeeb7266db68?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yudhie, wayyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>G U R U</title>
		<link>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/g-u-r-u/</link>
		<comments>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/g-u-r-u/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 19:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhie, wayyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[IslamWay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgbiasa.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita mencoba merenung dan berpikir siapakah orang yang paling berjasa dalam hidup kita setelah kedua orang tua kita? Jawabannya pastilah Guru. Guru ibarat pelita yang menjadi penerang dalam gulita. Jasa mereka tentu sulit untuk dinilai sebagaimana sulitnya menilai jasa para pahlawan bangsa yang telah rela mengorbangkan segala hal yang mereka miliki demi meraih kemerdekaan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=3&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita mencoba merenung dan berpikir siapakah orang yang paling berjasa dalam hidup kita setelah kedua orang tua kita? Jawabannya pastilah Guru. Guru ibarat pelita yang menjadi penerang dalam gulita.</p>
<p align="justify">Jasa mereka tentu sulit untuk dinilai sebagaimana sulitnya menilai jasa para pahlawan bangsa yang telah rela mengorbangkan segala hal yang mereka miliki demi meraih kemerdekaan, termasuk mengorbangkan jiwa mereka. Bahkan guru adalah sang pahlawan itu sendiri walaupun tanpa tanda jasa.</p>
<p>Walaupun sering dilecehkan dan termarginalkan profesi guru ternyata masih tetap diminati oleh banyak orang. Terbukti dari tahun ke tahun setiap diadakan seleksi calon pegawai negri sipil (CPNS) untuk menjaring calon guru baru, para pendaftar selalu membludak dan sulit terlayani secara maksimal.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p>Pelecehan terhadap propesi guru sering dihubungkan dengan penampilan seorang guru yang lusuh, sederhana dan mungkin berpenghasilan pas-pasan. Orang-orang yang sering melecehkan dan menghina guru rupanya telah lupa bahwasanya keadaan yang mereka rasakan kini, tidak akan tercapai tanpa kehadiran dan keterlibatan para guru.</p>
<p>Yang paling menyedihkan kita karena begitu banyaknya guru &#8211; yang terpancing dengan provokasi orang-orang yang tidak tahu membalas budi &#8211; ikut-ikutan melecehkan propesi guru dengan menuntut kenaikan gaji, seakan-akan gaji adalah tujuan utama dari profesinya sampai mengadakan mogok mengajar, sebuah ironi yang sangat menyedihkan.</p>
<p>Kepada kita semua mari kita menjaga kehormatan guru sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam, diantaranya :<br />
1.    Bagi para guru</p>
<p>•Hendaklah menjaga kesucian jiwanya dari segala bentuk akhlak dan sifat yang tercela karena Ilmu adalah ibadah hati.<br />
•Hendaknya yang menjadi prioritas utama dari niatnya adalah untuk mencari pahala, bukan materi dan ucapan terima kasih.</p>
<p>2.    Bagi selain mereka</p>
<p>•    Menghormati para guru sebagaimana mereka menghormati orang tua mereka.<br />
•    Senantiasa mengingat jasa-jasa para guru hingga akhir hayat mereka<br />
•    Mengamalkan kebajikan-kebajikan yang diajarkan guru semaksimal mungkin<br />
•    Berusaha membantu para guru walaupun mereka tidak meminta bantuan dari kita</p>
<p><b>Keutamaan Guru</b><br />
Rasulullah saw dalam hadits-haditsnya, banyak menyebut keutamaan guru, diantara :</p>
<div align="right"><font size="3"><b>إن الله وملائكته, وأهل السموات والأرض, حتى النملة في جحرها وحتى الحوت ليصلون على معلم الناس الخير  رواه الترمذي </b></font></div>
<p>Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi hingga semut-semut yang ada di lobangnya dan ikan-ikan yang ada di lautan akan beshalawat kepada para guru ( HR. Turmudzi )</p>
<p>Ibnu Abbas Ra berkata : “sesungguhnya orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia ( guru ) akan dimohonkan ampunan oleh seluruh makhluk hingga ikan-ikan yang ada di lautan”.</p>
<p>Hal tersebut terjadi karena orang yang berilmu akan selalu mewasiatkan agar setiap orang senantiasa berbuat baik kepada segala sesuatu hingga terhadap hewan-hewan sekalipun, maka Allah swt mengilhamkan kepada mereka semua ampunan sebagai balasan atas kebaikan yang mereka lakukan.</p>
<p>Al-Hasan rahimahullah berkata : “Seandainya tak ada ulama (guru) niscaya seluruh manusia akan seperti hewan”.</p>
<p>Ka’ab rahimahullah berkata : “Allah ta’ala mewahyukan kepada Musa As : Belajarlah wahai Musa kebaikan dan ajarkanlah kebaikan itu kepada manusia, karena sesungguhnya Aku akan membuat kuburan orang yang mengajarkan kebaikan dan yang mempelajarinya bercahaya hingga mereka tidak merasa kesepian.”.</p>
<p>Karena demikian mulianya ilmu itu, maka sudah sepantasnya guru yang mengajarkannya juga dihormati. Tentu penghormatan di sini tidak terbatas hanya bagi mereka yang mengambil langsung ilmu dari sang guru, tetapi kita semua yang telah mencicipi indahnya kehidupan ini jika diisi oleh orang-orang terpelajar.</p>
<p>Ibnu Abbas pernah memegang tali kekang hewan tunggangan Zaid bin Tsabit-radhiyallahu ‘anhuma, sambil berkata,”beginilah yang kami lakukan terhadap orang yang berilmu kami.”</p>
<p>Orang-orang dahulu kala begitu hormat dan ta’zhimnya kepaga guru, sampai-sampai mereka mengatakan, “murid harus menyerahkan kendali dirinya kepada guru, seperti pasien yang menyerahkan penanganan dirinya kepada dokter. Karena itu, ia harus merendahkan diri dan benar-benar menurut kepadanya.”.</p>
<p>Ali bin Thalib pernah berkata, “di antara hak seorang guru kepada para muridnya adalah, hendaknya ia mengucapkan salam dalam majlisnya, memberi salam hormat khusus kepadanya, tidak menunjuknya dengan tangan yang mengarah kepadanya, tidak memandangnya dengan pandangan yang tajam ke arahnya, tidak banyak mengajikan pertanyaan kepadanya, tidak memaksanya jika ia letih, tidak mendebatnya jika ia tidak menginginkannya,, tidak membocorkan rahasianya. Jangan berkata di depannya,”Tapi, guru fulan berkata begini dan begitu yang berbeda denagn pendapatmu.”, jangan memujinya berlebihan, jangan sungkan-sungkan berbakti kepadanya..”</p>
<p>Namun sangat disayangkan, sekarang ini sudah sangat sedikit guru yang bisa dijadikan teladan sehingga masyarakat kehilangan rasa percaya kepada guru.</p>
<p><b>Beberapa Kewajiban Guru</b><br />
Guru memiliki tugas utama, di antaranya, menyayangi muridnya, menuntunnya seperti menuntu anak sendiri, tidak meminta imbalan, tidak mengharapkan jasa, mengajarkan ilmu karena mengharap wajah Allah, tidak melihat dirinya lebih hebat daripada muridnya. Tidak menyimpan nasehat yang seharusnya ia sampaikan kepada muridnya, mengingatkan muridnya dari berbagai penyimpangan dan akhlak buruk dengan cara yang halus, tidak memaharinya bukan pada tempatnya karena yang demikian mengurangi wibawanya. Guru hendaknya memahami tingkat pemahaman muridnya dan menyampaikan pelajaran di luar kemampuannya. Yang tak kala pentingnya adalah hendaknya guru mengamalkan apa yang ia ketahui. Agar ia tidak terkena ayat Allah ta’ala,</p>
<p>“Mengapa kalian menyuruh orang lain mengerjakan kebaikan sedang kalian melupakan diri sendiri, padahal kalian membaca al-kitab”.(Qs.Al-Baqarah: 44)<i>-Al Balagh-</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/orgbiasa.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/orgbiasa.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgbiasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgbiasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgbiasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgbiasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/orgbiasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/orgbiasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/orgbiasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/orgbiasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgbiasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgbiasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgbiasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgbiasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgbiasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgbiasa.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgbiasa.wordpress.com&amp;blog=3095986&amp;post=3&amp;subd=orgbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgbiasa.wordpress.com/2008/03/18/g-u-r-u/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebea8a5c5bbb88d2fecaeeeb7266db68?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yudhie, wayyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
